Saturday, June 13, 2026
Home » PENTAS SENI BUDAYA: Menyelami Tradisi, Merajut Kreativitas 

PENTAS SENI BUDAYA: Menyelami Tradisi, Merajut Kreativitas 

by Yasbin Pusat
0 comments

 Ende, Yasbin NET – Pada tanggal 22–23 Mei 2026, SMPK Bina Wirawan Maumere menggelar kegiatan Praktikum Seni Budaya Kelas VIII sebagai bagian dari Penilaian Asesmen Sumatif Akhir Semester. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Pentas Seni Budaya yang menghadirkan karya-karya kreatif peserta didik dengan mengangkat tema Menyelami Tradisi, Merajut Kreativitas”, dengan mengangkat materi tentang Fungsi dan Kedudukan Musik dalam Tradisi Masyarakat NusaTenggara Timur. 

Pentas yang Menjadi Ruang Belajar

Praktikum ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga sebuah ruang belajar yang penuh makna. Guru Seni memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih bentuk sajian sesuai bakat dan minat mereka. Ada yang menampilkan nyanyian lagu daerah dengan aransemen baru, ada yang mengekspresikan diri melalui tari kreasi daerah, dan ada pula yang menyampaikan puisi bertema budaya. Kebebasan ini mencerminkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi, di mana setiap siswa diberi kesempatan untuk mengekspresikan potensi terbaiknya. 

Guru Seni turut hadir dalam setiap proses, mendampingi latihan hingga gladi bersih. Kehadiran guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sahabat kreatif yang memastikan setiap karya tampil dengan kualitas terbaik. 

Seni sebagai Jendela Budaya

Lebih dari sekadar penampilan, peserta didik diwajibkan membacakan sinopsis budaya sebelum menyajikan karya mereka. Sinopsis ini menjadi pengantar yang menjelaskan makna tradisi yang diangkat, sehingga setiap karya seni tidak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan pengetahuan. Dengan cara ini, seni menjadi jendela untuk memahami tradisi masyarakat NTT yang sarat nilai dan filosofi. 

Setelah penampilan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Peserta didik saling bertukar pikiran, memperkaya wawasan, dan meneguhkan rasa bangga terhadap budaya lokal. Diskusi ini menjadi bukti bahwa seni bukan hanya tentang ekspresi, tetapi juga tentang dialog dan pemahaman bersama. 

Di panggung sederhana itu, suara merdu lagu daerah berpadu dengan gerak tari yang bersemangat, seakan menuturkan kisah panjang budaya NTT. Puisi yang dibacakan menjadi jembatan kata, menghubungkan hati dengan akar tradisi. Setiap karya adalah cahaya kecil yang bersama-sama menerangi panggung, menegaskan bahwa seni adalah bahasa universal yang menyatukan. 

Kegiatan ini mengajarkan bahwa seni bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang pemahaman, penghargaan, dan pelestarian budaya. Melalui pentas ini, peserta didik belajar untuk menjadi bukan hanya penampil, tetapi juga penjaga budaya. Semoga semangat yang ditunjukkan menjadi bekal berharga untuk melangkah ke jenjang berikutnya. 

“Belajarlah dengan hati, berkaryalah dengan jiwa, dan jadilah generasi yang mampu menjaga serta menghidupkan budaya bangsa.”  Kegiatan ini sejalan dengan semboyan SMPK Bina Wirawan Maumere:  “Satu Hati – Raih Prestasi – Wujudkan Kasih”. Semboyan ini menjadi semangat yang menjiwai setiap langkah, meneguhkan bahwa melalui seni dan budaya, sekolah membentuk generasi yang berprestasi sekaligus berkarakter kasih.  Dengan demikian, Praktikum Seni Budaya Kelas VIII SMPK Bina Wirawan Maumere bukan hanya sebuah asesmen, melainkan sebuah perayaan kreativitas, identitas, dan cinta budaya. Pentas ini menjadi bukti nyata bahwa seni mampu menyatukan hati, menumbuhkan prestasi, dan mewujudkan kasih dalam kehidupan bersama.

Oleh. Albert Ebe, S.Fil., Gr.

You may also like

Leave a Comment