Menembus Batas, Menggapai Cinta di Arena Pramuka Oleh :Yosef Antonius Tarsisius Merzy Kelen, S.Pd.,Gr. ( Kak Ricky) Di sudut ruang kelas SMPS Katolik Ratu Damai, seorang anak bernama Yoseph Nogoama Larantukan atau yang akrab disapa Arlan, membuka lembaran hidupnya dengan keteguhan yang tak biasa bagi anak seusianya. Tumbuh dalam kehangatan kasih seorang ibu tanpa hadirnya figurnya seorang ayah yang telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta, Arlan tak pernah menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi. Bagi Arlan, setiap tetes keringat ibunya adalah bahan bakar yang membakar semangatnya untuk terus melangkah. Mengabdi dan belajar melalui Gerakan Pramuka menjadi ruang baginya untuk menempa diri, menanamkan kedisiplinan, serta membentuk karakter yang tangguh namun tetap rendah hati. Tumbuh sebagai anak bungsu dan anak laki- laki satu-satunya, Arlan adalah sosok anak yang boleh dikatakan “anak manja”.

Yasbin NET – Larantuka – Ia tidak biasa mengonsumsi daging ayam dan ikan di rumah, kini menjadi terbiasa melalui Gerakan Pramuka. Perjuangan Arlan terbayar tuntas saat namanya dinyatakan lolos seleksi sebagai peserta Jambore Daerah X Nusa Tenggara Timur dan Jambore Nasional XII tahun 2026. Prestasi ini bukan sekadar pencapaian akademis atau teknis kepramukaan semata, melainkan buah dari dedikasi, kerja keras, dan doa tulus yang tak pernah putus dari ibunda tercinta. Di balik seragam cokelat yang dikenakannya dengan penuh rasa bangga, ada cerita tentang latihan fisik yang melelahkan, malam-malam yang diisi dengan belajar ketangkasan, dan keikhlasan untuk terus berproses. Bentakan dan teriakan dari pembina saat Training Center (TC) tidak memudarkan harapan dan semangatnya. Keberhasilannya mewakili sekolah dan daerahnya menjadi bukti nyata bahwa kesederhanaan hidup bukanlah penghalang untuk mengukir sejarah kecil yang bermakna. “Keterbatasan bukanlah ketidakmampuan, melainkan ruang bagi keteguhan hati untuk membuktikan kualitas diri.” Kisah perjalanan Arlan memberikan makna mendalam tentang arti perjuangan yang sesungguhnya. Arlan membuktikan bahwa anak yang dibesarkan dalam keluarga orang tua tunggal mampu menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, dan membanggakan.

Setiap langkah kaki Arlan di arena jambore adalah persembahan terbaik untuk senyum ibunya dan penghormatan bagi kenangan indah bersama almarhum ayahnya. Keberhasilannya membawa pesan hangat bagi rekan-rekannya di SMPS Katolik Ratu Damai bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan kesungguhan, mimpi setinggi apa pun dapat diraih. Perjalanan Arlan menuju Jambore Daerah X Nusa Tenggara Timur dan Jambore Nasional XII tahun 2026 adalah sebuah kisah tentang harapan, kasih sayang, dan kebangkitan. Ia mengajarkan kita bahwa ketika tekad dipadukan dengan ketulusan hati, setiap rintangan di depan mata akan berubah menjadi jalan menuju keagungan. Selamat membina diri di arena Jambore Daerah X Nusa Tenggara Timur dan Jambore Nasional XII tahun 2026. Doa kami selalu mengiringi setiap langkah perjalananmu. “Dari Ratu Damai untuk Indonesia.”