Yasbin NET – Kupang Tmor – Langkah kakinya mungkin tak pernah terdengar nyaring di sepanjang koridor sekolah, namun jejak yang ditinggalkannya terpatri abadi di bumi Flobamora. Suster Hilaria, CIJ—sosok religius yang sederhana namun berjiwa besar—adalah perintis, pendiri, sekaligus Kepala Sekolah pertama SMPK Santa Maria Assumpta Kupang.
Di masa-masa awal berdirinya SMPK Santa Maria Assumpta, tantangan bukanlah hal yang asing. Namun, di tangan dingin Suster Hilaria, benih keteladanan dan pendidikan Katolik di tanah Kupang ini ditanam dengan penuh kasih dan doa. Beliau bukan sekadar memimpin sebuah lembaga pendidikan; beliau membangun rumah kedua bagi ratusan anak bangsa. Dengan disiplin yang lembut namun tegas, beliau membentuk fondasi karakter, kecerdasan, dan iman generasi muda agar teguh menghadapi zaman.

Bagi mereka yang pernah mengenal dan berproses bersamanya, Suster Hilaria adalah cerminan sejati dari semangat kongregasi Suster-Suster Pengikut Yesus (CIJ). Beliau hadir sebagai ibu, pengayom, sekaligus teladan kesetiaan. Dalam setiap doa yang diucapkannya dan setiap keputusan yang diambilnya, senantiasa terpancar dedikasi tanpa batas bagi kemajuan pendidikan dan nilai-nilai Injili.
Kini, sang perintis telah menyelesaikan perutusannya di dunia. Tuhan yang dicintainya telah memanggil Suster Hilaria pulang ke rumah abadi di surga. Kendati raga dan senyum keibuannya telah pergi, wujud pengabdiannya tak pernah padam. Setiap bait doa yang bergema di SMPK Santa Maria Assumpta, setiap alumni yang sukses berkarya di tengah masyarakat, dan setiap langkah perkembangan sekolah ini hari ini adalah warisan hidup dari tetes keringat serta doanya.

Selamat jalan menuju kedamaian abadi, Suster Hilaria, CIJ. Terima kasih atas setiap benih kebaikan, ilmu, dan cinta kasih yang telah Suster taburkan di tanah Kupang. Doakan kami yang masih melanjutkan peziarahan ini, agar mampu menjaga dan merawat warisan berharga yang telah Suster pancangkan.
Requiescat in Pace.