Monday, July 27, 2026
Home » Menemukan “Warna” Belajar di SMPK Santa Maria Assumpta: Asesmen Awal Gaya Belajar Kelas 7

Menemukan “Warna” Belajar di SMPK Santa Maria Assumpta: Asesmen Awal Gaya Belajar Kelas 7

by Yasbin Pusat
0 comments

Yasbin NET _Kupang Timor _ Suasana pagi di SMPK Santa Maria Assumpta terasa penuh semangat sekaligus penasaran. Para siswa baru kelas 7, yang melangkah dengan seragam OSIS mereka, berkumpul untuk mengikuti kegiatan yang sangat krusial di awal perjalanan jenjang SMP mereka: Asesmen Awal Gaya Belajar.

Kegiatan ini diadakan bukan untuk memberi nilai atau menentukan siapa yang pintar dan tidak, melainkan untuk mengenal dan merayakan keunikan cara belajar setiap anak.

Mengenal Diri, Membuka Jalan Belajar

Sejak bel pertama berbunyi, para guru menyambut siswa dengan senyuman hangat untuk mencairkan suasana. Bapak dan Ibu Guru memberikan pengarahan singkat bahwa setiap manusia diciptakan dengan keunikannya masing-masing — ada yang lebih cepat menyerap informasi lewat apa yang mereka lihat (visual), apa yang mereka dengar (auditori), atau melalui gerak dan praktik langsung (kinestetik).

Melalui lembar kuesioner interaktif serta beberapa simulasi aktivitas sederhana yang menyenangkan, para siswa diajak untuk mengeksplorasi preferensi diri mereka:

Kelompok Visual dengan cermat mengamati petunjuk berupa gambar, infografis, dan pemetaan konsep.

Kelompok Auditori begitu antusias saat mendengarkan petunjuk lisan, diskusi kelompok, dan instruksi berbasis nada atau suara.

Kelompok Kinestetik tampak aktif dan bersemangat saat mempraktikkan simulasi langsung dan pergerakan fisik.

Menuju Pembelajaran Berdiferensiasi

Bagi SMPK Santa Maria Assumpta, mengetahui gaya belajar murid kelas 7 adalah langkah awal yang vital. Hasil dari asesmen diagnosis non-kognitif ini akan menjadi acuan utama bagi para guru dalam merancang Pembelajaran Berdiferensiasi.

Dengan memahami gaya belajar murid:

Guru dapat menyusun strategi dan media pembelajaran yang variatif, sehingga tidak ada murid yang merasa ketinggalan atau bosan di kelas.

Murid dapat lebih percaya diri karena mereka belajar sesuai dengan “bahasa” atau cara yang paling nyaman bagi diri mereka sendiri.

Kegiatan ditutup dengan refleksi singkat bersama. Tampak binar bahagia di wajah para siswa kelas 7 saat mereka menyadari bahwa di sekolah mereka yang baru ini, setiap keunikan dihargai dan setiap cara belajar memfasilitasi mereka untuk meraih prestasi terbaik.

Menyala Terus anak2 Spektamasta

Ukir prestasi, Assumpta Harga Mati

You may also like

Leave a Comment